kali ini khutbah jumat yang aku ikuti di masjid prawirotaman jogjakarta, yang merupakan masjid terdekat dengan tempat kerjaku omahlawas homestay, sekitar 400an jamaah menghadiri ibadah wajib bagi kaum pria. yang terdiri bagi berbagai lapis masyarakat, masyarakat setempat, karyawan hotel, tukang becak, guru, dan sebagainya. saling membaur tanpa membeda bedakan golongan, inilah indahnya islam.

langsung saja ya, seperti biasa setiap hari jumat blog ini akan berusaha memposting isi dari khutbah jumat yang aku ikuti, siang tadi materi khutbah yang di sampaikan adalah mengenai meminta-minta. khotib tak lupa menjelaskan masalah ini di sertai dengan dalil alquran dan hadist namun di sini yang aku tulis hanya pokok-pokoknya saja ya.

di jelaskan khotib di beberapa daerah di indonesia telah dengan tegas mengatur masalah meminta-minta, misalnya di tangerang barangsiapa yang memberikan uang kepada peminta-minta di perempatan jalan akan di denda dengan sejumlah uang tertentu. di jogjapun di berbagai perempatan besar banyak kita temui poster yang isinya mengajak untuk tidak memberikan uang receh kepada anak2 yang meminta minta di perempatan, apa alasan ini semua .?

bukankah islam mengajarkan untuk memberikan sedekah ..? di terangkan oleh khotib bahwa jika kita memberikan uang kepada anak-anak yang meminta minta itu justru akan mengajarkan kebodohan kepada mereka, mereka akan malas karena dengan meminta minta saja mereka sudah bisa mendapatkan uang, di sertai juga sebagai contoh di beberapa daerah justru menjadikan minta minta sebagai profesi utama mereka, padahal tenaganya masih kuat untuk mencari rezeki secara halal namun justru memilih profesi sebagai orang yang meminta minta.

namun kita juga harus bersikap bijaksana terhadap peminta minta, misalnya kita tidak boleh membentak, tidak boleh mengusir, dan tidak boleh mencaci maki. dengan suara yang lembut kita harus menyikapi orang yang meminta-minta, jika di rasa orang yang meminta minta tersebut memang keadaannya terpaksa harus meminta minta maka sebaiknya kita memberikan secara ikhlas dan insyaAllah akan di hitung sebagai amal sedekah, namun jika yang meminta adalah anak-anak dan orang tua yang masih kuat untuk mencari nafkah maka sebaiknya kita memberikan pengarahan, kalau bisa kita memberikan sebuah pekerjaan kepada mereka.

memang sebuah hal yang sangat lumrah jika ada orang yang meminta minta kepada kita, maka kita akan memberikan sedikit uang receh kepada mereka tak pandang bulu apakah mereka layak menjadi peminta minta ataukah mereka sebenarnya hanya malas saja untuk mencari rezeki dengan cara bekerja, namun jika kita membiarkan hal ini berlarut larut ternyata akan membuat suatu karakter orang pemalas, mereka (peminta-minta) akan beranggapan buat apa bekerja keras jika dari hasil meminta minta saja sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan ini fakta aku pernah menjumpai seorang keluarga yang profesinya sebagai peminta minta di sebuah perempatan bisa membeli sebuah sepeda motor baru, ironis bukan … ?

tapi menangani dan memecahkan masalah ini tidaklah semudah kita membalik telapak tangan, karena jika kita hanya menghimbau tanpa memberikan solusi untuk mereka maka rasanya akan sia sia saja, pasti lama kelamanan mereka akan terjun kembali ke profesi semula sebagai peminta minta. dukungan dan partisipasi berbagai pihak yang terkait termasuk kita semua yang akan membuat masalah ini akan terselesaikan sehingga akan tercipta suatu masyarakat yang anti meminta minta.

cukup sekian tulisan yang bisa aku sampaikan di edisi hari jumat ini, jika ada salah baik isi maupun tulisan saya mohon maaf. semoga bermanfaat wassalam …